Fadhilla Nangroe Anggraini: MPAI UMS Menjadi Ruang Bertumbuh dalam Keilmuan dan Karakter Akademik

Salah satu wisudawan MPAI UMS, Fadhilla Nangroe Anggraini, menyampaikan kesan mendalam selama menjalani proses pendidikan di Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam UMS. Menurutnya, perjalanan studi di MPAI UMS tidak hanya memberikan penguatan dalam bidang keilmuan pendidikan Islam, tetapi juga membentuk cara berpikir akademik yang lebih kritis, reflektif, dan transformatif.

Baginya, MPAI UMS menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan kajian keislaman dengan berbagai perspektif ilmu pendidikan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu melihat relevansinya dalam konteks masyarakat.

“Selama menempuh pendidikan di MPAI UMS, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, tidak hanya dalam memperdalam ilmu pendidikan agama Islam, tetapi juga dalam membangun pola pikir akademik, kemampuan penelitian, dan kepekaan terhadap berbagai persoalan pendidikan di masyarakat,” ujar Fadhilla.

Ia menyampaikan bahwa lingkungan akademik yang dibangun oleh MPAI UMS memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkembang melalui proses diskusi, penelitian, serta pendampingan dari para dosen yang memiliki kompetensi di bidangnya.

“MPAI UMS bukan hanya tempat untuk memperoleh gelar akademik, tetapi menjadi tempat untuk bertumbuh sebagai insan akademik yang memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan ilmu dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Fadhilla berharap nilai-nilai yang diperoleh selama masa studi dapat terus menjadi bekal dalam perjalanan profesional maupun pengabdian di bidang pendidikan Islam.

“Pesan saya untuk mahasiswa MPAI UMS berikutnya adalah terus menikmati setiap proses pembelajaran, aktif mengembangkan diri, dan jangan berhenti menghasilkan karya. Setiap proses yang dijalani selama studi akan menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan di masa depan.”

Melalui pengalaman para alumninya, MPAI UMS terus menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem pendidikan magister yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter ilmuwan dan pendidik Islam yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.