
SUKOHARJO — Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan penelitian mengenai implementasi pendidikan inklusi di MI Muhammadiyah Program Khusus (MIM PK) Kartasura. Penelitian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kajian pendidikan Islam yang responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik.
Melalui kegiatan penelitian lapangan, mahasiswa MPAI UMS melakukan observasi dan pengumpulan data terkait penerapan sistem pendidikan inklusi, strategi pembelajaran, serta berbagai pendekatan yang dilakukan sekolah dalam memberikan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik.
Penelitian ini menyoroti bagaimana lembaga pendidikan Islam dapat mengembangkan lingkungan belajar yang memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. Pendekatan inklusi menjadi salah satu bentuk implementasi nilai pendidikan yang menempatkan setiap anak sebagai individu yang memiliki kesempatan untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
Mahasiswa MPAI UMS menyampaikan bahwa penelitian mengenai pendidikan inklusi menjadi penting karena pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan lingkungan belajar yang ramah, berkeadilan, dan menghargai keberagaman peserta didik.
“Pendidikan inklusi memberikan perspektif bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Melalui penelitian ini, kami ingin melihat bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam dapat berjalan seiring dengan praktik pendidikan yang adaptif dan humanis,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan pendidikan inklusi, MIM PK Kartasura mengembangkan berbagai strategi pendukung, termasuk penyesuaian pembelajaran, pendampingan peserta didik, serta kolaborasi antara guru, sekolah, dan pihak terkait. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan proses pembelajaran yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dosen MPAI UMS menyampaikan bahwa penelitian lapangan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antara teori akademik dan praktik pendidikan di masyarakat.
“Mahasiswa magister perlu memiliki kemampuan membaca fenomena pendidikan secara langsung. Penelitian di sekolah memberikan pengalaman untuk memahami bagaimana konsep pendidikan Islam diterapkan dalam konteks nyata,” ungkapnya.
Selain menghasilkan kajian akademik, penelitian ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa MPAI UMS untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan Islam. Melalui keterlibatan langsung di lingkungan sekolah, mahasiswa dapat memahami berbagai inovasi pendidikan yang berkembang di tingkat satuan pendidikan.
Kegiatan penelitian ini menegaskan komitmen MPAI UMS dalam mengembangkan kajian pendidikan Islam yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan praktik pendidikan di lapangan.
Melalui riset-riset yang berkaitan dengan pendidikan inklusi, MPAI UMS terus mendorong lahirnya pemikiran dan inovasi pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung terwujudnya pendidikan Islam yang inklusif dan berkelanjutan.
