
SURAKARTA — Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan pendidikan Islam melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan Muhammadiyah.
Melalui program tersebut, tim MPAI UMS melaksanakan kegiatan pengembangan yang berfokus pada laboratorium praktik ibadah, pengembangan penyusunan modul, serta Standard Operating Procedure (SOP) pembelajaran PAI berbasis praktik ibadah di sekolah Muhammadiyah Kartasura.
Kegiatan ini melibatkan sivitas akademika MPAI UMS bersama mitra pendidikan Muhammadiyah sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam.
Ketua tim kegiatan menyampaikan bahwa pembelajaran PAI perlu terus dikembangkan agar tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang mampu membentuk karakter dan keterampilan keagamaan peserta didik.
“Pendidikan Agama Islam harus hadir sebagai pembelajaran yang dekat dengan kehidupan siswa. Melalui pendekatan praktik, peserta didik tidak hanya memahami konsep keagamaan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, program ini mengembangkan berbagai perangkat pendukung pembelajaran, mulai dari penyusunan modul praktik ibadah, penguatan sistem pembelajaran, hingga pengembangan standar pelaksanaan kegiatan agar dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Dosen MPAI UMS menjelaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menjadi langkah strategis dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berbasis kebutuhan nyata di lapangan.
“Perguruan tinggi memiliki peran untuk menghadirkan kajian dan inovasi, sementara sekolah menjadi ruang implementasi. Kolaborasi keduanya akan menghasilkan model pendidikan yang lebih relevan dan berdampak,” ungkapnya.
Program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa MPAI UMS untuk terlibat dalam kegiatan pengembangan pendidikan secara langsung. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat memperkuat kompetensi sebagai calon akademisi, peneliti, maupun praktisi pendidikan Islam.
Salah satu mahasiswa MPAI UMS menyampaikan bahwa keterlibatan dalam program pengabdian memberikan pengalaman berharga dalam memahami proses pengembangan pembelajaran PAI di sekolah.
“Kegiatan ini memberikan wawasan bahwa pengembangan pendidikan Islam tidak hanya dilakukan melalui teori di kelas, tetapi juga melalui inovasi dan pendampingan langsung bersama lembaga pendidikan,” tuturnya.
Melalui Program Kemitraan Masyarakat Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah ini, MPAI UMS menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan Islam. Sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan lembaga pendidikan Muhammadiyah diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan berkelanjutan. (MPAI/Humas)
