
SURAKARTA — SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, mengembangkan transformasi pendidikan melalui integrasi teknologi, penguatan tata kelola, peningkatan kompetensi guru, serta pembentukan karakter Islami peserta didik.
Transformasi tersebut dikaji dalam artikel ilmiah berjudul “Transformasi SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu Kabupaten Karanganyar” yang ditulis oleh Arif Nasiruddin, Mohamad Ali, dan Muh. Nur Rochim Maksum dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta. Artikel tersebut diterbitkan dalam Community Engagement & Emergence Journal, Volume 7 Nomor 3 Tahun 2026.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi sekolah dilaksanakan secara sistematis melalui penguatan visi kelembagaan, pembaruan manajemen, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan sarana pembelajaran, dan implementasi program unggulan.
Kelas digital, kelas tahfidz, dan kelas reguler berciri Islami menjadi instrumen utama dalam membangun budaya sekolah yang adaptif, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memperkuat karakter religius siswa.
Program kelas digital mendukung peningkatan literasi teknologi dan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Sementara itu, kelas tahfidz memperkuat kemampuan membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur’an sebagai bagian dari pengembangan spiritual peserta didik.
Integrasi kedua program tersebut menunjukkan bahwa kemajuan teknologi dan penguatan nilai keislaman dapat berjalan secara harmonis dalam satu sistem pendidikan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.
Temuan penelitian memperlihatkan bahwa visi dan misi sekolah digunakan sebagai landasan strategis dalam merancang pembelajaran, program penguatan karakter, serta budaya disiplin dan prestasi.
“Kami selalu merujuk pada visi dan misi sekolah setiap kali merancang kegiatan pembelajaran, agar semua program mendukung tujuan membentuk siswa yang berakhlak dan berprestasi,” ujar Arum Dyah Ripdianti.
Penguatan karakter Islami juga diterapkan melalui pembiasaan religius, keteladanan guru, serta integrasi nilai agama dalam kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler.
Wulan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, menyampaikan bahwa setiap kegiatan dirancang untuk mendukung perkembangan akademik dan akhlak peserta didik.
“Setiap kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler selalu kami hubungkan dengan nilai-nilai Islami, agar siswa tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlak mulia,” ungkapnya.
Pada bidang akademik, transformasi diwujudkan melalui strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, penguatan kompetensi guru, dan pemanfaatan fasilitas pembelajaran. Pendekatan tersebut mendorong peningkatan motivasi belajar serta prestasi akademik peserta didik.
Kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan partisipatif menjadi salah satu fondasi utama transformasi. Guru, komite sekolah, dan warga sekolah dilibatkan dalam penyusunan program agar setiap unsur memiliki komitmen yang sama terhadap peningkatan mutu pendidikan.
“Kami selalu melibatkan guru dan komite sekolah setiap kali merancang program baru, sehingga semua pihak merasa memiliki tanggung jawab untuk suksesnya transformasi,” jelas Arum Dyah Ripdianti.
Transformasi SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu juga didukung oleh budaya sekolah yang disiplin, kolaboratif, religius, dan berorientasi pada prestasi. Kompetensi serta motivasi guru turut memperkuat pelaksanaan pembelajaran inovatif.
Secara teoretis, proses perubahan tersebut sejalan dengan model Kurt Lewin melalui tahapan unfreezing, changing, dan refreezing. Transformasi juga berkaitan dengan teori pembelajaran transformatif Jack Mezirow dan pendekatan dialogis Paulo Freire yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan.
Melalui integrasi kelas digital, tahfidz, kepemimpinan partisipatif, dan budaya sekolah Islami, SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu menghadirkan model transformasi pendidikan yang adaptif, berkarakter, dan relevan bagi pengembangan sekolah Islam pada era global.
