MPAI UMS Maknai Hari Kartini sebagai Momentum Penguatan Pendidikan dan Peran Perempuan

Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I., alumni Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2014, menyampaikan pesan tentang pentingnya pendidikan perempuan dalam membangun peradaban pada peringatan Hari Kartini, 21 April 2026.

SURAKARTA — Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperingati Hari Kartini pada 21 April 2026 dengan mengangkat pesan mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan dan kontribusinya dalam membangun peradaban.

Peringatan tersebut membawa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang menempatkan pendidikan sebagai jalan menuju kemandirian, kesetaraan kesempatan, serta kemajuan masyarakat.

Alumni MPAI UMS tahun 2014, Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa pendidikan perempuan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga memiliki pengaruh luas terhadap keluarga dan kehidupan sosial.

“Perempuan berpendidikan bukan hanya membangun dirinya, tetapi juga peradaban,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa akses pendidikan bagi perempuan tidak seharusnya dipahami hanya sebagai pencapaian pribadi. Pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki perempuan dapat memberikan kontribusi dalam pendidikan keluarga, penguatan masyarakat, pengembangan institusi, serta pembentukan generasi yang berkarakter.

Dalam konteks pendidikan Islam, perempuan juga memiliki posisi penting sebagai pendidik, akademisi, pemimpin, peneliti, dan penggerak perubahan sosial. Kesempatan untuk memperoleh pendidikan tinggi menjadi salah satu fondasi agar perempuan mampu menjalankan peran tersebut secara profesional dan bertanggung jawab.

Semangat Kartini tetap relevan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi. Tantangan perempuan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan, tetapi juga kesempatan mengembangkan karier, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, dan memperoleh ruang yang adil untuk berkarya.

Namun, penguatan peran perempuan tidak cukup diwujudkan melalui pesan seremonial. Diperlukan lingkungan pendidikan yang aman, kebijakan yang inklusif, dukungan keluarga, serta kesempatan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

Melalui peringatan Hari Kartini, MPAI UMS mengajak masyarakat untuk terus memperkuat pendidikan perempuan tanpa menghilangkan nilai keislaman, integritas, dan tanggung jawab sosial.

Peringatan ini sekaligus menjadi refleksi bahwa kemajuan pendidikan tidak hanya diukur melalui jumlah lulusan, tetapi juga melalui sejauh mana ilmu pengetahuan mampu menghasilkan kebermanfaatan dan perubahan positif bagi masyarakat.