
Penelitian UMS menunjukkan bahwa motivasi belajar menjadi faktor penting yang menghubungkan dukungan keluarga dengan prestasi akademik siswa.
SURAKARTA — Lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk motivasi belajar siswa. Namun, pengaruh keluarga terhadap prestasi akademik tidak selalu terjadi secara langsung, melainkan melalui dorongan internal siswa berupa motivasi belajar. Hal tersebut menjadi temuan penelitian Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mengkaji hubungan antara lingkungan keluarga, motivasi belajar, dan pencapaian akademik siswa tingkat menengah.
Penelitian berjudul “Evaluating Learning Motivation as a Mediator Between Family Environment and Academic Achievement: Evidence from Indonesian Secondary Students” dilakukan oleh Muh. Nur Rochim Maksum, Muhammad Zidan Nur Ihsan, Viky Nur Vambudi, Alfan Rifai, Athia Tamyizatun Nisa, Muhammad Badat Alauddin, dan Sofiy Zaini Al Irfani. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Progresif Volume 15 Nomor 3 Tahun 2025.
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana lingkungan keluarga memengaruhi prestasi akademik siswa serta melihat peran motivasi belajar sebagai variabel penghubung dalam hubungan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode Structural Equation Modeling (SEM), penelitian melibatkan 156 siswa tingkat sekolah menengah di wilayah Banyuresmi, Jawa Barat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Dukungan keluarga, perhatian orang tua, penyediaan fasilitas belajar, serta keterlibatan dalam proses pendidikan menjadi faktor yang mampu meningkatkan semangat siswa dalam belajar. Analisis menunjukkan pengaruh lingkungan keluarga terhadap motivasi belajar mencapai nilai koefisien 0,502 dengan tingkat signifikansi yang kuat.
Selain itu, motivasi belajar terbukti memiliki pengaruh positif terhadap prestasi akademik siswa. Siswa dengan motivasi belajar yang lebih tinggi cenderung menunjukkan keterlibatan belajar yang lebih baik sehingga berdampak pada pencapaian akademiknya. Temuan penelitian menunjukkan motivasi belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi akademik dengan nilai koefisien 0,276.
Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa lingkungan keluarga tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap prestasi akademik siswa. Sebaliknya, pengaruh tersebut terjadi melalui motivasi belajar sebagai mediator penuh. Artinya, dukungan keluarga akan lebih efektif meningkatkan prestasi apabila mampu membangun dorongan dan kemauan belajar dalam diri siswa.
Menurut penelitian tersebut, keluarga tetap menjadi lingkungan utama dalam perkembangan anak, terutama dalam membentuk sikap, nilai, dan keyakinan terhadap proses belajar. Namun, pada masa remaja, faktor internal seperti motivasi, keyakinan diri, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar menjadi penghubung penting antara dukungan keluarga dan keberhasilan akademik.
Temuan ini memberikan implikasi bagi orang tua, sekolah, dan tenaga pendidik bahwa peningkatan prestasi akademik tidak cukup hanya dilakukan melalui dukungan eksternal. Diperlukan strategi yang mampu membangun motivasi belajar siswa melalui komunikasi positif, apresiasi terhadap usaha belajar, serta lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan potensi siswa.
Melalui penelitian ini, UMS menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendorong siswa untuk memiliki motivasi belajar yang kuat. Dengan adanya motivasi tersebut, dukungan lingkungan sekitar dapat bertransformasi menjadi pencapaian akademik yang lebih optimal.
