
SURAKARTA — Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kajian yang relevan bagi pengembangan pendidikan Islam melalui ujian tesis Ustadz Lutfanudin.
Dalam ujian tersebut, Lutfanudin mempertahankan tesis berjudul “Strategi Pengembangan Pendidikan Nonformal Berbasis Masyarakat di Masjid Raya Al-Falah Sragen”.
Penelitian ini mengkaji peran strategis masjid sebagai pusat pendidikan yang mampu menjangkau kebutuhan masyarakat melalui kegiatan keagamaan, pembinaan umat, penguatan literasi Islam, serta program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Kajian tersebut menempatkan Masjid Raya Al-Falah Sragen tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai ruang belajar yang terbuka, partisipatif, dan relevan bagi berbagai kelompok masyarakat.
Pengembangan pendidikan nonformal berbasis masyarakat dinilai penting karena mampu mempertemukan potensi pengurus masjid, pendidik, jamaah, dan masyarakat dalam satu ekosistem pembelajaran. Program yang dirancang berdasarkan kebutuhan warga juga berpeluang memberikan manfaat sosial yang lebih luas.
Melalui penelitian ini, masjid diharapkan semakin berkembang sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, penguatan kebersamaan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Barakallah, semoga penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan masjid-masjid lainnya,” ungkap tim penguji.
Ujian tesis tersebut menjadi bagian dari komitmen MPAI UMS dalam menghasilkan penelitian yang tidak hanya memiliki kekuatan akademik, tetapi juga menawarkan gagasan praktis bagi pengembangan pendidikan Islam di tengah masyarakat.
