
SURAKARTA — Tim Riset Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil memperoleh pendanaan Hibah Riset Kompetitif Internal UMS Tahun 2025.
Pendanaan tersebut diberikan untuk penelitian berjudul “Model Kepemimpinan Kepala Sekolah Muhammadiyah Jenjang SMA/K di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar”. Penelitian mengangkat isu kepemimpinan pendidikan sebagai salah satu faktor strategis dalam peningkatan mutu sekolah Muhammadiyah.
Tim riset dipimpin oleh Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd. Adapun anggota tim dosen terdiri atas Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Aflit Nuryulia Praswati, S.E., M.M.
Penelitian tersebut turut melibatkan tiga mahasiswa, yaitu Bella Misbahati Putri, S.Pd., Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi, S.Pd., dan Fadhia Ananda, S.Pd. Para mahasiswa dilibatkan dalam pelaksanaan penelitian, pengumpulan data, penyusunan laporan, serta penyiapan publikasi ilmiah.
Riset ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan mutu, jumlah peserta didik, ketersediaan sumber daya, dan kapasitas pengelolaan di antara SMA dan SMK Muhammadiyah di wilayah Karanganyar.
Sejumlah sekolah mampu mempertahankan prestasi akademik dan jumlah peserta didik, sementara sekolah lainnya masih menghadapi tantangan dalam menjaga mutu pembelajaran serta motivasi siswa. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kepala sekolah tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga perlu menjadi pemimpin perubahan.
Melalui penelitian ini, tim UMS akan mengembangkan model kepemimpinan yang terintegrasi dan kontekstual dengan menggabungkan pendekatan transformasional, partisipatif, dan spiritual.
Kepemimpinan transformasional ditempatkan sebagai penggerak inovasi dan peningkatan kinerja. Pendekatan partisipatif digunakan untuk memperkuat musyawarah, pemberdayaan guru, dan keterlibatan warga sekolah dalam pengambilan keputusan.
Sementara itu, dimensi spiritual diarahkan untuk menyelaraskan praktik manajerial modern dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Model tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya religius tanpa mengurangi kemampuan sekolah dalam merespons perkembangan teknologi dan tuntutan pendidikan modern.
Penelitian dirancang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus multipel. Data akan dihimpun melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, serta pemangku kepentingan di sekitar sekolah.
Model kepemimpinan yang dihasilkan diharapkan mampu membantu sekolah menjembatani kesenjangan mutu, meningkatkan motivasi guru dan siswa, memperkuat budaya keagamaan, serta meningkatkan daya saing pendidikan Muhammadiyah pada era digital.
Keberhasilan memperoleh hibah ini memperkuat komitmen MPAI UMS dalam mengembangkan budaya penelitian kolaboratif antara dosen dan mahasiswa, sekaligus menghasilkan kajian yang relevan bagi peningkatan mutu pendidikan Islam.
