
SURAKARTA — Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan ujian tesis mahasiswa internasional asal Ghana, Abu Bakar Bary, sebagai bagian dari penyelesaian studi pada jenjang magister.
Dalam ujian tersebut, Abu Bakar Bary mempertahankan tesis berbahasa Arab berjudul:
دور التربية الإسلامية في تعزيز القيم المجتمعية لدى الطلاب الدوليين في جامعة محمدية بسوراكرتا
Judul tersebut dapat diterjemahkan sebagai “Peran Pendidikan Islam dalam Memperkuat Nilai-Nilai Kemasyarakatan di Kalangan Mahasiswa Internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta”.
Penelitian ini mengangkat posisi strategis pendidikan Islam dalam membangun nilai sosial mahasiswa internasional. Pendidikan tidak hanya dipahami sebagai proses pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga sebagai sarana menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, penghormatan terhadap perbedaan, dan keterlibatan dalam kehidupan masyarakat.
Melalui kajian tersebut, Abu Bakar Bary menelaah pengalaman mahasiswa internasional yang belajar dalam lingkungan pendidikan Islam di UMS. Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara menjadikan kampus sebagai ruang perjumpaan budaya, tradisi, bahasa, dan pengalaman sosial yang beragam.
Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam mengarahkan keberagaman tersebut menuju hubungan yang harmonis. Nilai persaudaraan, toleransi, kerja sama, keadilan, dan kepedulian sosial dapat menjadi landasan dalam membangun interaksi yang positif antara mahasiswa internasional dan sivitas akademika.
Proses bimbingan dan ujian tesis juga menjadi bagian dari komitmen MPAI UMS dalam memberikan layanan akademik kepada mahasiswa internasional. Penggunaan bahasa Arab dalam penyusunan dan presentasi tesis menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan kajian pendidikan Islam melalui tradisi akademik yang lebih luas.
Pembimbing tesis menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan dapat mendampingi perjalanan akademik mahasiswa asal Ghana tersebut.
“Masyaallah tabarakallah. Semoga beliau dapat kembali ke negaranya sebagai pendidik umat dan pencerah masyarakat,” ungkapnya.
Harapan tersebut menegaskan bahwa kelulusan mahasiswa internasional tidak hanya menjadi pencapaian individual. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UMS diharapkan dapat dibawa kembali untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di negara asalnya.
Keberadaan mahasiswa internasional juga memperkuat suasana akademik dan proses internasionalisasi MPAI UMS. Pertukaran perspektif antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa dari berbagai negara dapat memperkaya pembelajaran serta memperluas jejaring pendidikan Islam lintas bangsa.
Melalui pendidikan pascasarjana, MPAI UMS terus mendorong lahirnya akademisi dan pendidik yang memiliki kompetensi keilmuan, kepedulian sosial, serta kemampuan berkontribusi dalam lingkungan masyarakat yang beragam.
