MPAI UMS Dorong Penguatan Kurikulum Pesantren Muhammadiyah melalui Studi Komparatif di Pekalongan

SURAKARTA — Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali memperkuat kontribusi akademiknya dalam pengembangan pendidikan pesantren melalui pelaksanaan ujian tesis mahasiswa.

Ustadzah Maulida Ade Suryani mempertahankan tesis berjudul “Analisis Kurikulum Kepesantrenan pada Pesantren Muhammadiyah di Pekalongan: Studi Komparatif MTQ Al-Falah dan MBS K.H. Mas Mansur”.

Ustadzah Maulida Ade Suryani bersama tim pembimbing dan penguji setelah mempertahankan tesis di Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tesis tersebut mengkaji secara komparatif kurikulum kepesantrenan di MTQ Al-Falah dan MBS K.H. Mas Mansur, Pekalongan.

Penelitian tersebut mengkaji kurikulum kepesantrenan yang diterapkan pada dua lembaga pendidikan Muhammadiyah di Pekalongan. Pendekatan komparatif digunakan untuk memahami karakteristik, orientasi, dan pelaksanaan kurikulum pada masing-masing pesantren.

Kajian ini memiliki arti penting karena kurikulum menjadi salah satu unsur utama dalam menentukan arah pembinaan santri. Kurikulum kepesantrenan tidak hanya berkaitan dengan materi pembelajaran, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai keislaman, budaya belajar, dan kesiapan santri menghadapi perkembangan masyarakat.

Melalui studi terhadap MTQ Al-Falah dan MBS K.H. Mas Mansur, penelitian ini diharapkan memberikan gambaran akademik mengenai penyelenggaraan pendidikan pesantren Muhammadiyah dalam konteks kelembagaan yang berbeda.

Studi komparatif juga dapat menjadi ruang untuk mengidentifikasi praktik pendidikan yang dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lembaga. Dengan demikian, pembaruan kurikulum tetap berpijak pada identitas pesantren sekaligus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Proses bimbingan dan pengujian tesis menjadi bagian penting dalam menjaga mutu penelitian mahasiswa. Melalui forum akademik tersebut, mahasiswa memperoleh masukan untuk memperjelas argumentasi, memperkuat analisis, dan menegaskan kontribusi penelitiannya terhadap pendidikan Islam.

Tim pembimbing dan penguji menyampaikan apresiasi atas terselesaikannya penelitian tersebut.

“Barakallah, semoga penelitian ini memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan pesantren,” ungkap salah satu pembimbing.

Pendidikan pesantren Muhammadiyah memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang menguasai ilmu agama, memiliki wawasan akademik, serta mampu menjalankan peran sosial secara bertanggung jawab.

Pengembangan kurikulum karena itu perlu dilakukan secara terarah dengan mengintegrasikan tradisi kepesantrenan, nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, penguatan kompetensi akademik, serta kebutuhan peserta didik.

Melalui penelitian Ustadzah Maulida Ade Suryani, MPAI UMS menegaskan komitmennya dalam menghasilkan kajian yang relevan bagi penguatan tata kelola dan mutu pendidikan pesantren di Indonesia.