Riset Indonesia–Malaysia MPAI UMS Ungkap Kunci Menekan Burnout Mahasiswa di Era Digital

Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi, mahasiswa MPAI UMS, meneliti faktor sosial, akademik, psikologis, dan digital yang berperan dalam memperkuat ketahanan akademik mahasiswa Indonesia dan Malaysia.

SURAKARTA — Penelitian terbaru dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengungkap sejumlah faktor penting yang dapat memperkuat ketahanan akademik mahasiswa di tengah perkembangan pembelajaran digital.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi melalui tesis berjudul “Model Kualitas Lingkungan Belajar Digital, Dukungan Orang Tua, Kualitas Umpan Balik Guru, Pembelajaran Mandiri, dan FOMO dalam Mengatasi Kelelahan Akademik dengan Mediasi Efikasi Diri Akademik di Indonesia dan Malaysia”.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua, lingkungan belajar digital yang berkualitas, umpan balik dosen yang konstruktif, pembelajaran mandiri, dan efikasi diri akademik berperan signifikan dalam menurunkan kecenderungan kelelahan akademik mahasiswa.

Efikasi diri akademik menjadi salah satu unsur utama. Mahasiswa yang meyakini kemampuannya dalam menghadapi tugas, mengelola pembelajaran, dan menyelesaikan tantangan akademik memiliki ketahanan yang lebih baik.

Penelitian juga menempatkan Fear of Missing Out atau FOMO sebagai aspek yang perlu dikelola. Penggunaan media digital yang sehat dinilai penting agar mahasiswa tetap terhubung tanpa kehilangan fokus, keseimbangan belajar, dan kepercayaan terhadap kemampuan dirinya.

Model penelitian mampu menjelaskan 66,3 persen variasi kelelahan akademik dan 65 persen pembentukan efikasi diri mahasiswa. Temuan ini memperlihatkan kuatnya hubungan antara lingkungan sosial, kualitas pembelajaran, kemampuan mengatur diri, dan kesejahteraan akademik.

Analisis lintas negara juga menemukan pola hubungan yang relatif konsisten antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia. Artinya, strategi penguatan ketahanan akademik dapat dikembangkan melalui pendekatan serupa dengan tetap menyesuaikan karakter masing-masing perguruan tinggi.

Hasil penelitian mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat lingkungan belajar digital, meningkatkan kualitas umpan balik dosen, mengembangkan pembelajaran mandiri, menyediakan layanan pendampingan, serta membangun literasi penggunaan media sosial yang sehat.