Mahasiswa MPAI UMS Berkontribusi dalam Penguatan Pendidikan Anti-Bullying melalui Pelatihan Psychological First Aid

SURAKARTA — Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berkontribusi dalam penguatan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak melalui keterlibatan sebagai fasilitator dalam kegiatan “Bengkel Anti-Buli: Pelatihan Psychological First Aid dalam Menangani Buli Peringkat Sekolah Tahun 2026.”

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Bimbingan dan Kaunseling Sekolah Agama Menengah Tengku Ampuan Jemaah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kapasitas pendidik dalam menghadapi isu perundungan di lingkungan sekolah melalui pendekatan psikologis dan pendidikan karakter.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa MPAI UMS, Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi, S.Pd., berperan sebagai fasilitator dengan memberikan penguatan materi mengenai pendekatan Psychological First Aid (PFA) dalam mendukung penanganan awal terhadap persoalan psikologis yang dialami peserta didik.

Melalui pendekatan PFA, peserta pelatihan diajak memahami pentingnya memberikan dukungan awal yang tepat, membangun komunikasi empatik, serta menciptakan lingkungan sekolah yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi menyampaikan bahwa pencegahan perundungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama pendidik yang memiliki peran langsung dalam mendampingi perkembangan peserta didik.

“Sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Karena itu, pendidik perlu memiliki kemampuan untuk memahami kondisi psikologis siswa dan memberikan pendampingan yang tepat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun lingkungan pendidikan yang penuh kasih sayang, saling menghormati, dan menjunjung tinggi martabat manusia.

Keterlibatan mahasiswa MPAI UMS dalam kegiatan tersebut menunjukkan implementasi kompetensi akademik yang diperoleh selama proses pendidikan. Mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan teoritis dalam bidang pendidikan Islam, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui kegiatan nyata bersama masyarakat dan lembaga pendidikan.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universiti Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta, dan Sekolah Agama Menengah Tengku Ampuan Jemaah dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan.

Melalui kontribusi mahasiswa dalam berbagai kegiatan pendidikan, MPAI UMS terus mendorong lahirnya generasi akademisi dan praktisi pendidikan Islam yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan profesional, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan pendidikan masa kini. (MPAI/Humas)